Rasulullah Shalallahu’alaihi wa Sallam bersabda:

“Jika aku memerintahkan sebuah perkara kepada kalian, lakukanlah dengan segala kemampuan kalian. Dan apa-apa yang telah aku larang kalian mengerjakannya tinggalkanlah.”

(HR. Muslim)

Taat kepada Rasulullah Shalallahu’alaihi wa Sallam adalah satu hal wajib berdasarkan Kitabullah (al-Qur’an). Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, ta’atlah kepada Allah dan ta’atlah kepada rasul dan janganlah kalian merusakkan (pahala) amal-amal kalian.” (QS. Muhammad: 33).

Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan RasulNya, dan janganlah kalian berpaling daripadaNya, sedang kalian mendengar (perintah-perintahnya).” (QS. Al-Anfal: 20).

Ibnu Katsir Rahimahullah berkata dalam menafsirkan ayat ini: “Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan para hambaNya yang mukmin untuk menaatiNya dan menaati RasulNya, dan Dia memperingatkan mereka agar menghindari dan tidak meniru orang-orang kafir dan para penentangNya. Janganlah mereka meninggalkan ketaatan kepadanya Shalallahu’alaihi wa Sallam namun hendaklah mereka senantiasa menjalankan perintahnya. Tinggalkanlah apa-apa yang diperingatkannya setelah kalian mengetahui ajakannya menuju kebenaran.”

Ibnu Sa’di Rahimahullah berkata, “Ketika Allah Ta’ala memberitahu bahwa Dia bersama orang-orang mukmin, Dia memerintahkan mereka untuk melaksanakan konsekuensi iman yang mampu meraih kebersamaanNya. Yaitu dengan menjalankan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala dan perintah Rasulullah Shalallahu’alaihi wa Sallam, menerapkan segala perintah, wasiat dan nasihat beliau. Dan tidaklah cukup hanya dengan pengakuan tanpa tindak nyata, sesungguhnya hal ini tidak diridhai oleh Allah maupun RasulNya Shalallahu’alaihi wa Sallam. Iman bukanlah angan-angan ataupun perhiasan, namun iman adalah ikrar hati dan diwujudkan oleh amal perbuatan.”

Rasulullah Shalallahu’alaihi wa Sallam bersabda,

“Seluruh umatku akan masuk surga kecuali yang enggan.” Ada yang bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang enggan ?” Beliau menjawab, “Barangsiapa yang taat kepadaku maka dia akan masuk surga, dan barangsiapa yang melanggar perintahku maka dia enggan masuk surga.” (HR. Al-Bukhari).

Beliau Shalallahu’alaihi wa Sallam juga bersabda,

“Ingatlah bahwa sesungguhnya aku diberi al-Qur’an dan semisalnya bersamanya. Ingatlah, hampir saja seorang lelaki yang kenyang duduk di atas ranjangnya dan berkata, ‘Peganglah al-Qur’an ini. Apa yang kalian dapati di dalamnya sebagai sesuatu yanng halal, maka halalkanlah. Dan apa yang kalian dapati sebagai suatu yang haram maka haramkanlah.” (HR. Ahmad, Abu Daud dan al-Hakim dengan sanad yang shahih).

Dari Abu Daud dan Ibnu Majah meriwayatkan dengan sanad yang shahih, Rasulullah Shalallahu’alaihi wa Sallam bersabda,

“Aku pasti akan mendapati salah seorang dari kalian bersandar di atas ranjangnya. Sampai kepadanya salah satu perintahku atau salah satu laranganku, dia kemudian berkata, ‘Kami tidak mengetahuinya. Apa yang kami dapati dalam Kitabullah itulah yang kami ikuti’.”

Sehingga wajib atas seorang mukmin untuk taat kepada Nabi Shalallahu’alaihi wa Sallam dalam perkara-perkara yang beliau halalkan dan haramkan. Apa-apa yang beliau halalkan adalah halal dan apa-apa yang beliau haramkan adalah haram dan wajib dijauhi, sebagaimana sabda beliau Shalallahu’alaihi wa Sallam,

“Ketahuilah, sesungguhnya apa-apa yang diharamkan oleh Rasulullah sama seperti yang diharamkan oleh Allah.” (HR. Al-Hakim, at-Tirmidzi dan Ibnu Majah dengan sanad yang shahih).

Salah satu dalil yang menunjukkan bahwa ketaatan kepada Rasulullah Shalallahu’alaihi wa Sallam adalah perkara yang sangat agung adalah bahwa Allah Jallat Qudratuh mengkaitkan ketaatan kepadaNya dengan ketaatan kepada NabiNya Shalallahu’alaihi wa Sallam. Allah Ta’ala berfirman,

“Barangsiapa yang menaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah menaati Allah.” (QS. An-Nisa’: 80).

Dan Rasulullah Shalallahu’alaihi wa Sallam bersabda,

“Barangsiapa yang taat kepadaku maka dia telah taat kepada Allah. Dan barangsiapa yang durhaka kepadaku maka dia telah durhaka kepada Allah.” (Tercantum dalam ash-Shahihain).

Wajib menghindari sejauh-jauhnya jangan sampai menyelisihi perintahnya Shalallahu’alaihi wa Sallam ataupun melanggar larangannya. Karena hal ini termasuk hal yang membatalkan amal dan membawa pelakunya ke dalam api neraka. Allah Ta’ala telah berfirman,

“Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasulnya maka sesungguhnya baginyalah neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.” (QS. Al-Jin: 23).

Di antara bentuk ketaatan kepadanya Shalallahu’alaihi wa Sallam adalah berpegang teguh dengan Sunnah dan perintah beliau Shalallahu’alaihi wa Sallam, menjauhi larangannya, mengambil petunjuk beliau, senantiasa membersihkan pakaian dan badan, jujur dalam berkata dan berbuat, mencari nafkah yang halal baik lahir maupun batin dan menjauhi yang haram.

Dan perkara-perkara lainnya yang harus diikuti dan diamalkan oleh seorang muslim, yaitu perintah-perintah beliau Shalallahu’alaihi wa Sallam dan meninggalkan larangannya baik perkataan maupun perbuatan. Allah Ta’ala berfirman,

“Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.” (QS. Al-Hasyr: 7).

Rasulullah Shalallahu’alaihi wa Sallam bersabda,

“Jika aku memerintahkan sebuah perkara kepada kalian, lakukanlah dengan segala kemampuan kalian. Dan apa-apa yang telah aku larang kalian mengerjakannya tinggalkanlah.” (HR. Muslim).

———————————————————————

Dikutip dari buku: “Hak Nabi Shalallahu’alaihi wa Sallam Atas Umatnya”

Sumber : http://an-naba.com/menaati-dan-menjalankan-perintah-rasulullah/