إنّ الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيّئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضلّ له، ومن يضلل فلا هادي له، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أنّ محمدا عبده ورسوله {يا أيّها الذين آمنوا اتقوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ ولا تَمُوتُنَّ إلاَّ وأَنتُم مُسْلِمُونَ} {يا أيّها الناسُ اتّقُوا ربَّكمُ الَّذي خَلَقَكُم مِن نَفْسٍ واحِدَةٍ وخَلَقَ مِنْها زَوْجَهاوبَثَّ مِنْهُما رِجالاً كَثِيراً وَنِساءً واتَّقُوا اللهََ الَّذِي تَسَائَلُونَ بِهِ والأَرْحامَ إِنَّ اللهَ كان عَلَيْكُمْ رَقِيباً } {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمالَكمْ ويَغْفِرْ لَكمْ ذُنوبَكُمْ ومَن يُطِعِ اللهَ ورَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً}

أما بعد،فإن أصدق الحديث كلام الله وخير الهدي هدي محمد وشر الأمور محدثاتها وكلّ محدثة بدعة ، وكل بدعة ضلالة ، وكل ضلالة في النار .

Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah Azza wa Jalla Yang kita memuji-Nya, kita memohon pertolongan dan pengampunan dari-Nya, yang kita memohon dari kejelekan jiwa-jiwa kami dan keburukan amal-amal kami. Saya bersaksi bahwasanya tiada Ilah yang Haq untuk disembah melainkan Ia dan tiada sekutu bagi-Nya serta Muhammad Shalallahu Alaihi wa salam adalah utusan Allah Azza wa Jalla. “Wahai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan islam”

Mengapa lidah kelu disaat kematian? tetapi kematian itu pasti datang. Hanya masa dan waktunya yang tidak kita ketahui Coba kita amati, Mengapa kebanyakan orang yg saqaratul maut (hampir ajal) tidak dapat berkata apa-apa.. lidahnya kelu, keras dan hanya mimik mukanya yang menahan kesakitan ‘sakaratul maut’.

Diriwayatkan sebuah hadis yg bermaksud: “Hendaklah kamu mendiamkan diri ketika adzan, jika tidak Allah akan kelukan lidahnya ketika maut menghampirinya.” Ini jelas menunjukkan, kita disarankan agar mendiamkan diri, jangan berkata apa-apa pun pada saat adzan berkumandang.

sebagai orang beragama Islam kita wajib menghormati adzan. Banyak fadhilahnya. Jika lagu kebangsaan kita diajar agar berdiri tegak dan berdiam diri. Mengapa ketika adzan kita tidak bisa berdiam diri? Lantas barang siapa yang berkata-kata ketika adzan, Allah Subhanahu wa Ta’ala akan kelukan lidahnya ketika saqaratul maut.

Kita takut dengan kelunya lidah kita saat ajal hampir tiba maka kita tidak dapat mengucap kalimah “Lailahaillallah…” yang mana siapa yang dapat mengucapkan kalimah ini ketika nyawanya akan dicabut Allah Subhanahu wa Ta’ala dgn izin-Nya menjanjikan syurga untuk mereka. Dari itu marilah kita sama-sama menghormati adzan dan mohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala supaya lidah ini tidak kelu saat nyawa kita sedang dicabut.

“Ya Allah! Anugerahkanlah kematian kami dengan kematian yang baik lagi mulia, lancarkan lidah kami mengucap kalimah “Lailahaillallah. .” saat saqaratul maut menghampiri kami Amin..amin.. amin Yarobbal a’lamin..”

Uang Rp 50.000 kelihatan begitu besar bila dibawa ke kotak amal masjid, tetapi begitu kecil bila kita bawa ke supermarket. 45 menit terasa terlalu lama untuk berzikir tapi betapa pendeknya waktu itu untuk pertandingan sepak bola. Semua insan ingin memasuki syurga tetapi tidak ramai yang berfikir dan berbicara tentang bagaimana untuk memasukinya.

Kita seringkali mengirimkan ribuan ‘lelucon’ dan ‘ surat berantai’ melalui e-mail tetapi bila mengirimkan yang berkaitan dengan ibadah seringkali berfikir 2 atau 3 kali.

OLEH KARENA ITU JANGAN BIARKAN DIRI KITA INI MENJADI SEBAGIAN DARI KELUCUAN TERSEBUT, INSYA ALLAH